Social Icons

Tampilkan postingan dengan label HARDWARE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HARDWARE. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 April 2014

Intel Perkenalkan Prosesor Desktop 8-Core Pertama

Intel
Ilustrasi
HOLISINAGA.BLOGSPOT.COM - Kendati belakangan terlihat sibuk mengembangkan prosesor untuk perangkat mobile, Intel rupanya belum melupakan pengguna PC tradisional. Pada Game Developer Conference Kamis (20/3/2014), produsen chip ini memperkenalkan prosesor Core-i7 Extreme Edition generasi ke-4 yang dilengkapi delapan core (16 thread).

Sebagaimana dilaporkan oleh ArsTechnica, Core-i7 Extreme Edition generasi ke-4 ditujukan untuk kalangan power user dan merupakan CPU kelas desktop pertama dari Intel yang memiliki delapan buah inti pemrosesan. Prosesor ini dibangun dengan basis arsitektur "Haswell-E".

Selain inti "octa-core", Core-i7 Extreme Edition generasi ke-4 juga mendukung penggunaan memori jenis DDR4 yang menawarkan kecepatan transfer data lebih tinggi serta konsumsi daya lebih rendah dibandingkan teknologi DDR3.

Core-i7 Extreme Edition generasi ke-4 rencananya akan dipasangkan dengan motherboardhigh-end baru yang mengusung chipset X99. Core-i7 Extreme Edition generasi ke-4 sendiri rencananya akan dirilis pada paruh kedua 2014.

Di samping itu, Intel turut memperkenalkan prosesor Pentium dengan core berbasis Haswell yang datang dengan pengali kecepatan alias multiplier terbuka. Pengguna dapat meningkatkan frekuensinya dengan mudah melalui teknik overclocking.

Prosesor ini sekaligus diperkenalkan untuk merayakan ulang tahun ke-20 dari nama "Pentium" yang dulu digunakan Intel untuk brand prosesor high-end buatannya sebelum digantikan oleh nama baru, Core, hampir satu dekade yang lalu.
SOURCE : KOMPAS.COM

Inilah Kartu Grafis "Rp 30 Juta" dari Nvidia

AnandTech
Kartu grafis Nvidia GeForce GTX Titan Z
HOLISINAGA.BLOGSPOT.COM Ketika diperkenalkan beberapa waktu lalu, kartu grafis seri GeForce GTX Titan dari Nvidia sudah membuat sebagian pemain game komputer tercengang dengan patokan harga 1.000 dollar AS atau sekitar Rp 11,5 juta.

Kini, pada acara GPU Technology Conference hari Selasa (25/3/2014), pabrikan tersebut kembali memperkenalkan seri kartu grafis "wah" dengan banderol yang bahkan lebih mencengangkan lagi, GeForce GTX Titan Z. Harganya? 3.000 dollar AS atau sekitar Rp 34 juta.

Dengan banderol yang berada di luar jangkauan kebanyakan orang itu, Nvidia menjanjikan GeForce GTX Titan Z bakal memberikan performa luar biasa.

"Kalau butuh superkomputer untuk diletakkan di bawah meja, inilah kartu grafis yang Anda butuhkan," ujar CEO Nvidia Jen-Hsun Huang, sebagaimana dikutip oleh Gamespot.

Meski harganya berada di wilayah kartu grafis kelas profesional atau workstation, Nvidia tetap menargetkan kalangan gamer sebagai calon pembeli GeForce GTX Titan Z.

Justru, menurut blog perusahaan yang bersangkutan, kartu grafis ini khusus dirancang untuk "5K gaming" dan "multi-monitor gaming". Driver yang dipakai pun sama dengan seri kartu grafis GeForce lainnya.

GeForce GTX Titan Z sebenarnya merupakan sebuah kartu grafis dengan dua GPU GK110 yang sama dengan milik GeForce GTX 780 Ti dan GeForce Titan Black. GeForce GTX Titan Z pun memiliki stream processor gabungan sebanyak 5.760 buah, atau 2.880 per GPU.

Kedua GPU kembar yang khusus diatur agar berjalan pada frekuensi yang sama tersebut dipasangkan dengan memori GDDR5 7 GHz sebesar 12 GB. Adapun clockspeed GPU masih belum diumumkan oleh Nvidia.

Tertarik? Nvidia menjadwalkan peluncuran GeForce GTX Titan Z pada April mendatang. Belum jelas, di wilayah mana saja kartu grafis ini akan tersedia.
SOURCE :KOMPAS.COM

Rabu, 02 April 2014

Menjajal SanDisk Ultra Dual USB Drive

oik yusuf/ kompas.com
SanDisk Ultra Dual USB Drive
HOLISINAGA.BLOGSPOT.COM Ada berbagai cara untuk memindahkan file dari satu perangkat Android ke yang lainnya, mulai dari koneksi Bluetooth, WiFi Direct, hingga melalui e-mail dan aplikasi pesan instan. Hal ini relatif mudah dilakukan, apalagi Android memiliki opsi "share" yang gampang diakses selagi menelusuri file dan folder.

Namun bagaimana jika file yang bersangkutan berukuran besar, mencapai ratusan, atau bahkan ribuan megabyte seperti video, musik, atau foto dalam jumlah banyak? Dalam skenario ini, transfer file secara wireless bakal memakan waktu lama.
oik yusuf/ kompas.comKotak kemasan SanDisk Ultra Dual USB Drive
Nah, cara yang praktis untuk memindahkan file berukuran besar/berjumlah banyak dari perangkat Android adalah dengan memakai perangkat USB flash drive yang memiliki konektor micro-USB.
Sistem operasi dan sebagian besar perangkat Android memang mendukung fungsi USB On the Go (OTG) untuk keperluan ini.

Salah satu produsen media penyimpanan yang menawarkan produk USB drive yang kompatibel dengan smartphone adalah Sandisk melalui Ultra Dual USB Drive.
Perangkat ini merupakan flash drive USB OTG yang ukurannya sebanding dengan flash drive biasa.

Ultra Dual USB Drive memiliki dua jenis konektor, yaitu USB 2.0 tipe A standar (untuk PC) dan USB 2.0 Micro B (untuk smartphone).

oik yusuf/ kompas.com
SanDisk Ultra Dual USB Drive memiliki dua jenis konektor yang tergabung dalam satu kemasan, yaitu USB 2.0 tipe A standar untuk koneksi PC dan USB 2.0 Micro B untuk koneksi ke smartphone/ tablet.
Masing-masing konektor ditempatkan di sisi yang berlawanan dan hanya satu buah konektor yang bisa dipakai dalam satu waktu. Konektor yang sedang tidak dipakai bisa ditutup dengan cover terintegrasi yang meminimalisir resiko kehilangan penutup.

Dengan dua jenis konektor tersebut, Ultra Dual USB Drive bukan hanya bisa dipakai memindahkan data antar perangkat Android seperti smartphone dan tablet, namun juga PC desktop, notebook, ataupun perangkat lain yang memiliki port USB.
oik yusuf/ kompas.com
Dua jenis konektor USB pada SanDisk Ultra Dual USB Drive dilindungi penutup terintegrasi. Hanya salah satu konektor yang bisa dipakai dalam satu waktu
Cara memakainya sederhana saja. Pengguna tinggal menancapkan Ultra Dual USB Drive ke port micro-USB perangkat Android yang mendukung USB OTG dan flash drive ini akan langsung dikenali.

Transfer file bisa dilakukan dari dan ke flash drive dengan memakai aplikasi file manager yang banyak tersedia di Google Play.
oik yusuf/ kompas.com
SanDisk Ultra Dual USB Drive saat digunakan bersama Xperia Z2 dari Sony
SanDisk juga menyediakan aplikasi file manager bernama Memory Zone yang bisa dipakai mengakses semua media penyimpanan di smartphone/ tablet Android (memori internal, micro-SD, flash drive).

Setelah selesai, pengguna bisa melakukan "safe remove"  melalui notification panel Android untuk melepas Ultra Dual USB Drive dengan aman.  Memakai Ultra Dual USB Drive dengan komputer pun sama mudahnya karena perangkat ini akan berlaku seperti flash drive standar.
oik yusuf/ kompas.com
Tampilan aplikasi file manager SanDisk Memory Zone
Ultra Dual USB Drive pun membuat proses transfer data antar-perangkat Android dan PC menjadi sangat mudah dilakukan, lebih praktis ketimbang memakai kabel USB yang hanya bisa disambungkan ke PC. Pengguna, misalnya, bisa memindahkan file APK aplikasi yang berukuran besar dengan gampang.

Namun, proses transfer file yang berukuran sangat besar memerlukan waktu beberapa lama karena Ultra Dual USB Drive hanya mendukung interface USB 2.0. Ini tak aneh karena hampir semua perangkat mobile Android memang baru memiliki dukungan USB (OTG) 2.0.

Sedikit pengecualiannya adalah perangkat yang masih sangat baru seperti Galaxy S5 dari Samsung, yang menyediakan dukungan USB 3.0 dengan bentuk konektor berbeda namun tetap kompatibel dengan perangkat USB terdahulu.

Karena terbatas interface USB 2.0 tersebut, Ultra Dual USB Drive pun tak mampu berlari terlalu kencang walaupun tertancap pada konektor USB 3.0 di PC/ laptop.

Pengukuran singkat dengan Disk Speed Test menunjukkan bahwa perangkat ini mencatat kecepatan tulis yang terbilang lamban di kisaran 6-7 MB per detik, sementara kecepatan bacanya mencapai 19 MB per detik.
oik yusuf/ kompas.com
Kecepatan baca dan tulis SanDisk Ultra Dual USB Drive terbatasi oleh interface USB 2.0 yang diusungnya
Pengukuran serupa dengan A1 SD Bench di smartphone Android menunjukkan hasil sedikit berbeda, yaitu 8-9 MB per detik untuk write speed dan 16 MB per detik untuk read speed.

SanDisk telah mulai memasarkan Ultra Dual USB Drive pada Februari lalu. Perangkat ini tersedia dalam pilihan kapasitas 16, 32, dan 64 GB dengan harga mulai Rp 195.000 hingga Rp 590.000.

Ultra Dual USB Drive terbilang lebih mahal dibandingkan perangkat USB drive "biasa" yang banyak tersedia di pasaran, ataupun sejumlah produk USB OTG dari produsen lain. Di pasaran tersedia pula alernatif storage lain, misalnya kabel konverter yang bisa mengubah USB flash drive apapun menjadi USB OTG.

Namun, pada akhirnya, kepraktisan dan bentuk ringkas Ultra Dual USB Drive terasa sangat memudahkan dalam memindah-mindahkan file antar smartphone dan tablet Android serta PC.
SOURCE : KOMPAS.COM

Minggu, 16 Maret 2014

Prosesor 64-bit Samsung Meluncur Tahun Ini

androidheadlines.com
Ilustrasi
HOLISINAGA.BLOGSPOT.COM — Meski Galaxy S5 ternyata tak dilengkapi prosesor 64-bit, Samsung dikabarkan bakal merilis cip dengan teknologi tersebut pada tahun ini.

"64-bit sangat penting… dalam hal adanya permintaan, terlepas dari memang diperlukan oleh konsumen atau tidak," ujar wakil presiden pemasaran bisnis LSI Samsung, Kyushik Hong, seperti dikutip oleh Cnet.

Meski agak tertinggal dibanding para pesaingnya soal ini, Samsung menyatakan cip 64-bit buatannya akan siap begitu sistem operasi yang ada—misalnya Android—telah mendukung teknologi itu. Samsung menyatakan prosesor 64-bit tersebut akan selesai dikerjakan tahun ini.

"Cip kami akan siap kapan pun sistem operasi dan ekosistemnya beralih ke 64-bit," kata Hong. "Kami tak akan menjadi penghambat (adopsi 64-bit)."

Para pesaing Samsung di industri prosesor mobile telah lebih dulu mengumumkan produk cip 64-bit. Langkah pertama dibuat oleh Apple yang menanamkan cip 64-bit A7 pada iPhone 5S September lalu.

Beberapa bulan kemudian, pada Desember 2013, Qualcomm menyusul memperkenalkan cip 64-bit Snapdragon 410. Lalu, setelahnya, Nvidia dan Intel juga mengumumkan produk 64-bit masing-masing.

Software yang didesain untuk prosesor mobile 64-bit bisa memproses data berjumlah besar dengan lebih efisien dibandingkan aplikasi 32-bit. Meski begitu, kebanyakan sistem operasi dan aplikasi mobile masih belum mendukung penggunaan teknologi tersebut.
SOURCE : KOMPAS.COM

Inilah "Harddisk" Eksternal Terkencang di Dunia

Lacie
External storage Lacie Little Big Disk
HOLISINAGA.BLOGSPOT.COM Perangkat media penyimpanan eksternal biasanya lebih lamban dari saudaranya yang tertanam di dalam komputer. Namun, hal tersebut tampaknya tak berlaku untuk produk bernama Little Big Disk dari Lacie ini.

Dikutip dari The Inquirer, Little Big Disk yang diumumkan pada awal pekan ini diklaim sebagai media penyimpanan eksternal terkencang di dunia. Kecepatan transfer datanya terbilang fantastis, yaitu mencapai 1.375 MB per detik.

Dalam konfigurasi paralel, dengan dua koneksi Thunderbolt 2 paralel ke komputer Apple Mac Pro, angka itu bisa ditingkatkan hampir dua kali lipat menjadi 2.600 MB per detik. Data sebesar 1TB (1.000 GB) pun bisa ditransfer dalam waktu kurang dari tujuh menit.

Rahasia kecepatan Little Big Disk terletak pada jenis media yang digunakannya. Perangkatexternal storage ini tidak mengandalkan harddisk biasa, tetapi sepasang solid state drive(SSD) 500 GB dalam konfigurasi RAID 0.

Kedua SSD menghasilkan kapasitas total sebesar 1TB (500 GB + 500 GB) dan tersambung ke interface PCIe berkecepatan tinggi. Koneksi ke komputer dilakukan melalui kabel Thunderbolt 2.

Untuk apa kecepatan setinggi itu? Lacie mempromosikan Little Big Disk sebagai media penyimpanan yang ideal untuk penyuntingan video 4K, terutama untuk editing di lapangan. Perangkat ini disebut memungkinkan pengguna melakukan editing dan pemutaran video 4K dalam waktu bersamaan.

Kemampuan Little Big Disk harus ditebus dengan harga sangat tinggi. Untuk membeli tiap unit external storage berkapasitas 1 TB ini, peminat harus merogoh kocek sebesar 1.300 dollar AS atau sekitar Rp 14,8 juta.
SOURCE : KOMPAS.COM
 
Blogger Templates