Social Icons

Rabu, 02 April 2014

Serbuan "Malware" Menanti Windows XP


Ilustrasi.
HOLISINAGA.BLOGSPOT.COM - Setelah 8 April 2014, Microsoft akan menghentikan dukungan teknis terhadap Windows XP. Tak ada lagi patch keamanan atau pembaruan. Kondisi ini banyak disebut bakal mengundang serangan malware karena sistem operasi tersebut tak lagi "dilindungi" oleh pemiliknya.

Peringatan terbaru datang dari penyedia layanan cloud Evolve IP. Berdasarkan laporan hasil studinya yang dirilis Januari lalu, perusahaan ini menyimpulkan bahwa banyak pelaku industri TI masih belum sadar akan bahaya yang mengancam Windows XP.

Padahal, segala macam risiko yang dihadapi komputer berbasis sistem operasi tersebut bakal meningkat dikarenakan tidak adanya perbaikan dari Microsoft menyangkut segi keamanan sistem operasi lawas tersebut. Serbuan malware pun menanti.

"Ini melibatkan semua jenis malware yang bisa dibayangkan. Apabila ada peretas yang masuk saat Anda bekerja, semua password, rahasia perusahaan, dan informasi pribadi berada dalam ancaman," ujar CEO Evolve IP Scott Kinka, sebagaimana dikutip oleh BGR.

Kinka menambahkan bahwa celah keamanan yang ditemukan pada Windows yang lebih baru, misalnya Windows 7 dan 8, juga bisa dipakai untuk menyerang Windows XP.

Bedanya, Microsoft masih mencari dan menambal lubang keamanan pada dua versi Windows tersebut, sementara XP tak mendapatkannya. Nah, hacker bisa mempelajari patchMicrosoft di Windows 7 dan 8 untuk mencari letak kelemahan serupa di Windows XP.

"Sampai batas tertentu, patch Windows 7 dan 8 berpotensi membuka jalan untuk menyerang sistem XP," tambah Kinka.

Meski demikian, ada sedikit kabar baik yang tersisa dari "kematian" Windows XP. Kebanyakan produsen anti-virus, misalnya, berencana meneruskan dukungan terhadap sistem operasi tua itu hingga April 2016.
SOURCE : KOMPAS.COM

April Mop, Google Buka Lowongan Pokemon Master



oik yusuf/ kompas.com
Tokoh-tokoh Pokemon di Google Maps
HOLISINAGA.BLOGSPOT.COM - Menjelang tanggal 1 April 2014, Google membuka "lowongan pekerjaan" baru. Nama posisinya? Pokemon Master alias pelatih tokoh monster-monster imut darifranchise video game Nintendo, Pokemon.

Syarat mengajukan lamaran hanya satu. Sang kandidat harus berhasil menangkap 150 ekor tokoh Pokemon atau ("Pocket Monster") yang ditebar di seluruh dunia melalui layanan peta Google Maps.

Caranya adalah dengan membuka aplikasi Google Maps versi terbaru dari perangkat Android atau iOS, lalu memilih kolom "search". Dari sini akan muncul sebuah opsi baru bernama "Press start".

Setelah menekan "start", pengguna bisa langsung mencari tokoh-tokoh Pokemon yang tersebar di berbagai penjuru peta lalu "menangkapnya" dengan cara menekan icon tokoh pokemon lalu memilih opsi "catch".

Mereka hanya akan muncul pada tingkatan zoom tertentu sehingga pengguna harus menelurusi peta dengan teliti.

Sebagian Pokemon berada di lokasi-lokasi landmark dunia seperti patung Liberty, Amerika Serikat, dan kota-kota besar, termasuk Jakarta. Ada pula rumah-rumah bergaya Pokemon dan "Pokemon Lab" yang berlokasi di Sydney Australia. 
KompasTekno bahkan sempat menemukan Pokemon jenis Steelix di Jakarta, tepatnya di sekitar jalan Dr. Saharjo, Tebet.

Pengguna bisa melihat Pokemon apa yang sudah ditangkap dan mana saja yang masih tersisa dengan mengunjungi "Pokedex", juga dari menu search Google Maps.

Pengguna yang tertarik melamar posisi Pokemon Master diberi waktu hingga tanggal 2 April pukul 14.00 waktu Timur Amerika Serikat untuk menangkap ke-150 Pokemon yang tersebar. Mereka yang berhasil akan diundang ke Googleplex untuk mengikuti proses seleksi tahap akhir.

Deskripsi pekerjaan "Pokemon Master" tak dijelaskan lebih lanjut. Pada akhir video promosi di bawah, Google menyertakan disclaimer dan mengarahkan pemirsa ke laman lowongan pekerjaan resminya.

Lowongan itu tentu saja cuma bohong-bohongan, karena lowongan ini dirilis pada 1 April yang merupakan tanggal iseng atau April Mop. Meski begitu, mencari Pokemon lewat Google Maps ternyata lumayan menantang. Tertarik mencoba?
SOURCE : KOMPAS.COM

Ini Bukti iPhone 6 Bakal Berlayar Lebar

Nowwhereelse
Bocoran foto yang dipercaya sebagai iPhone 6 Air.
HOLISINAGA.BLOGSPOT.COM Kabar tentang iPhone 6 semakin santer terdengar. Bocoran terbaru melibatkan skema desain dari smartphone Apple generasi berikutnya itu.

Ada dua skema dari sumber berbeda yang dilansir oleh Phone Arena. Skema pertama datang dari majalah Jepang MacFan, yang menguatkan dugaan bahwa iPhone 6 bakal terdiri dari dua versi, satu berukuran 4,7 inci, sedangkan yang lainnya 5,7 inci.

Gambar dalam skema (lihat gambar di bawah) menunjukkan, ponsel berbentuk rata dengan bingkai layar sangat tipis. Model 4,7 inci disebutkan memiliki panjang 137 mm dan lebar 66 mm, lebih besar dari iPhone 5S yang memiliki lebar 58,6 mm.

iPhone dalam skema juga lebih tipis dibanding iPhone 5S dengan ketebalan hanya 7mm (berbanding 7,6 mm). Adapun model 5,7 inci disebut memiliki panjang 157 mm, lebar 77 mm, dan ketebalan hanya 6,7 mm.
PhoneArena
Dua bocoran skema iPhone 6 dari sumber MacFan (kiri) dan NoWhereElse
Akan tetapi, skema lain dari situs NoWhereElse menuliskan angka yang berbeda untuk iPhone 6 versi besar. Menurut skema ini, perangkat tersebut memiliki lebar 85 mm atau lebih lebar dibandingkan Samsung Galaxy Note 3 (79,2 mm) dan HTC One Max (82,5 mm).

Entah mana yang benar. Skema pertama terdengar lebih masuk akal karena tak terlalu berbeda dari faktor bentuk yang selama ini diterapkan Apple untuk iPhone.

Beberapa bocoran sebelumnya juga sempat menunjukkan kemungkinan bahwa iPhone 6 bakal lebih tipis dibandingkan para pendahulunya.

Spesifikasi pasti dari ponsel pintar ini masih diselubungi misteri. Namun, kuat diduga bahwa ia akan diperkuat prosesor 64-bit generasi berikutnya dari Apple, yaitu A8 berkecepatan 2,6 GHz.
SOURCE :KOMPAS.COM

Selasa, 01 April 2014

Flappy Bird Kembali Hadir di App Store?


Flappy Bird.
HOLISINAGA.BLOGSPOT.COM - Game populer Flappy Bird sudah ditarik oleh pembuatnya, Dong Nguyen, dari toko aplikasi Google Play Store dan Apple App Store pada 8 Februari 2014. 

Beberapa bulan kemudian, game dengan nama yang sama kembali muncul namun baru ada di toko aplikasi Apple App Store pada Selasa (1/4/2014).

Game itu hadir dengan nama baru, yakni Flappy Bird: New Season. Belum diketahui secara pasti apakah ini adalah game Flappy Bird asli yang dikembangkan oleh Dong Nguyen asal Vietnam, atau game palsu yang lagi-lagi mendompleng ketenaran game aslinya.

Jika melihat keterangan nama Seller dan Developer, di sana tercantum nama Animated Emoji, bukan Dong Nguyen atau DotGears (nama yang sebelumnya dipakai Nguyen untuk ketika merilis Flappy Bird).

Sementara jika melihat Version History game itu, di sana terlihat versi 1.0 diluncurkan pada 29 Januari 2014 lalu diperbarui menjadi versi 2.0 pada 29 Maret 2014.

Game ini patut dicurigai palsu karena ketika pengguna mengklik menu Developer Website, maka Anda akan dibawa ke situs web dengan alamat: supportpage.weebly.com. Weebly merupakan sebuah platform untuk membuat situs web secara gratis.

Padahal, Nguyen selama ini selalu menggunakan alamat situs web dotGears.com sebagai media informasi atas semua game yang ia luncurkan.

Namun, pada halaman unduhan game ini di Apple App Store, tertera tanda hak cipta (c) dotGears di bagian paling bawah. Keterangan itu seakan menguatkan argumen bahwa ini adalah versi asli Flappy Bird yang hadir kembali.

Hal lain yang menguatkan adalah, pemakaian nama "Flappy Bird." Apple dan Google selaku pengelola toko aplikasi untuk perangkat iOS dan Android, mulai memperkuat seleksi dan menolak game baru dengan judul yang mengandung kata "Flappy" karena sejak Flappy Bird ditarik, banyak game tiruan yang coba memanfaatkan momentum untuk mencari keuntungan, bahkan ada game yang menyusupkan program jahat.

Nah, sementara game terbaru ini, kembali menggunakan nama Flappy Bird, hanya saja ditambahkan kata New Season. Setelah diunduh dan dipasang, nama yang tercantum di ponsel atau tablet bukan Flappy Bird, melainkan Birdie.

Apapun itu, yang jelas Flappy Bird: New Season ini menawarkan cara bermain yang sama dengan Flappy Bird sebelumnya. Pengguna diharuskan mengetuk layar untuk mengendalikan burung melewati pipa rintangan.

Game Flappy Bird: New Season saat ini hanya bisa dimainkan oleh pengguna perangkat iOS dan belum tersedia untuk pengguna Android. Ini tautan langsung App Store ke game tersebut.
SOURCE : KOMPAS.COM

Mana Paling Jarang Bermasalah, Android atau iOS?

BBC
HOLISINAGA.BLOGSPOT.COM — Sistem operasi Android dinyatakan sebagai sistem operasi yang paling stabil dalam menjalankan aplikasi. Hal tersebut terungkap dari riset yang dilakukan lembaga Crittercism.
Lembaga yang menilai perfroma aplikasi dan sistem monitoring "eror" tersebut melakukan riset terhadap jutaan aplikasi di platform Android dan iOS untuk mengetahui seberapa sering sebuah aplikasi mengalami crash.
Dari riset tersebut, dikutip dari Digital Trends (30/3/2014), sistem operasi Android terbaru, KitKat, memiliki persentase crash yang rendah, yaitu sekitar 0,7 persen. Sementara iOS 7.1 memiliki persentase yang sedikit lebih tinggi, yaitu 1,6 persen.
Bagi Apple, walau persentasenya lebih tinggi dibanding Android, tetapi jumlah angka persentase crash dari tiap OS-nya makin berkurang. Sebelumnya, di platform iOS 6, persentase bermasalah aplikasinya mencapai 2,5 persen, sementara di iOS 7.0 mencapai 2,1 persen.
Sementara bagi Android, KitKat bersamaan dengan Jelly Bean dan Ice Cream Sandwich menjadi sistem operasi yang stabil. Versi OS yang paling banyak memiliki bug menurut Crittercism adalah Android Gingerbread, di mana sebanyak 1,7 persen aplikasi yang berjalan dengannya mengalami crash.
"Banyak faktor yang memengaruhi performa aplikasi mobile," ujar CTO Crittercism, Rob Kwok. "Semakin banyaknya platform mobile yang diperkenalkan, seperti wearable gadget, menambah tantangan untuk memberikan pengalaman penggunaan aplikasi yang konsisten," ujarnya.
Namun, secara keseluruhan, dari riset yang dilakukan oleh Crittercism tersebut, setidaknya hampir setengah dari aplikasi yang ada saat ini memiliki kemungkinan crash di atas 1 persen. Sepertiga dari aplikasi yang ada memiliki persentase crash mencapai 2 persen.
Aplikasi yang paling sering mengalami crash menurut riset Crittercism adalah aplikasigaming sebesar 4,4 persen. Tak heran karena aplikasi ini membutuhkan resource yang banyak. Aplikasi kedua yang sering crash adalah aplikasi media, foto, dan video, yaitu sebesar 1,8 persen.
E-commerce menjadi aplikasi yang paling bisa diandalkan. Persentasenya mengalami crashhanya 0,4 persen, sedikit di bawah aplikasi sosial dan komunikasi yang sebesar 0,6 persen.
SOURCE :KOMPAS.COM

Senin, 31 Maret 2014

Ancaman Kebutaan Karena Ponsel

BBC
Remaja mengecek ponsel mereka 32 kali sehari.
HOLISINAGA.BLOGSPOT.COM Dokter mata mengatakan orang yang kecanduan ponsel pintar terancam risiko kerusakan mata.

Mereka memperingatkan penggunaan ponsel berlebihan dan perangkat lain seperti komputer, tablet dan TV layar datar dapat menyebabkan kerusakan permanen.

Hasil penelitian berdasarkan survei terhadap 2.000 orang menyatakan bahwa orang berusia di bawah 25 tahun mengecek ponsel mereka 32 kali dalam satu hari.

Dokter mata Andy Hepworth mengatakan, "Cahaya biru violet sangat berpotensi merusak dan meracuni belakang mata Anda.

"Jadi dalam waktu tertentu, hal itu akan merusak mata Anda.

"Ketika Anda melihat ke ponsel, cahaya yang terpancar adalah biru violet."

Ia mengatakan uji coba menemukan bahwa paparan berlebih terhadap cahaya biru violet berpotensi mengakibatkan gangguan degenerasi ofmacular yang menyebabkan kebutaan.

"Meski kita tidak tahu apakah ada kaitan langsung dengan gangguan mata, tapi bukti lab sangat kuat menyatakan bisa," tambahnya.

"Penyebabnya adalah kombinasi dari tidak cukup berkedip dan melihat alat itu lebih dekat dari biasanya yang membuat mata bekerja keras."
SOUCE : KOMPAS.COM

Ini Dia Gadget dan Operator Jawara Selular Award

Oik Yusuf/KompasTekno
Model memeragakan Lenovo Vibe X, di Jakarta, Selasa (25/3/2014).
HOLISINAGA.BLOGSPOT.COM - Ajang tahunan Selular Award kembali digelar tahun 2014 ini. Penghargaan yang diberikan kepada stakeholder industri telekomunikasi selular di Indonesia ini telah digelar sejak 2004 dan diprakarsai oleh GSM (Global Selular Media) Group . 

Tahun ini, Selular Award mengambil tema "Welcoming The Next Phase". Tema ini diangkat sebagai penanda bahwa saat ini memang industri seluler dihadapkan pada kondisi pasar yang jenuh sementara kebutuhan masyarakat akan layanan seluler semakin meningkat.

Era baru dengan menggarap apa yang diinginkan konsumen menjadi pekerjaan rumah besar bagi industri seluler di Tanah Air.

Untuk penghargaan Selular  Award ke-11 ini, GSM Group melakukan penilaian menggunakan panel tim redaksi dan melakukan survei online. Survei online dilakukan untuk penilaian kategori operator, sedangkan produk ponsel menggunakan penilaian dari panel tim redaksi GSM Group.

Survei online dilakukan Februari-awal Maret 2014 dengan melibatkan 1.799 responden dari seluruh Indonesia. Berikut daftar pemenang Selular Award ke-11, seperti dikutip dariTribunnews.

Kategori Produk

1. Best Entertainment Phone: Sony Xperia Z1

2. Best Camera Phone: Nokia Lumia 1020

3. Best Design Phone: Lenovo Vibe X

4. Best Innovative Phone: LG G Flex

5. Best Valuable Phone: Pixcom Andromixx

6. Best Seller Local Product: Evercoss A7T

7. Best Entry Level Smartphone: Smartfren Andromax G

8. Best Local Smartphone: Polytron Cyrstal 4

9. Best Premium Phablet: Sony Xperia Z Ultra

10.Best Local Phablet: Evercoss Elevate A66S

11. Best Premium Tablet: Samsung Galaxy Note 10.1 2014 Edition

12. Best Local Tablet: Axioo Picopad 7 Plus

13. Mobile Device of The Year: Samsung Galaxy Note 3

 
Kategori Operator

1. Best Mobile Data Service: Smartfren Connex

2. Best Customer Care Service: XL Axiata

3. Best CSR Program: Indosat IWIC

4. Best Digital Services : Telkomsel

5. Best Innovative Services: XL RumahnyaAndroid

6. Best Prepaid Card: Indosat IM3

7. Best Postpaid Card: Telkomsel KartuHalo

8. Best CDMA Operator: Smartfren

9. Best GSM Operator: Telkomsel

10.Operator of The Year: Telkomsel

Kategori Lain-lain

1. Best Messaging Services: BlackBerry Messenger

2. Best Innovative Accessories: Royal

3. Best Local Battery Manufacturer: DSBC

4. Best Premium Accessories: Hippo PGL Screen Protector

5. CEO Of The Year: Alex J. Sinaga
SOURCE : KOMPAS.COM
 
Blogger Templates